In House Training (IHT) MEGABARA: Deep Learning Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Oleh adminweb Madrasah / 4 Juli 2025

Banjarnegara – Dalam rangka menambah wawasan tentang Deep Learning bagi tenaga pendidik dan kependidikan menuju pendidikan bermutu untuk semua, MTsN 3 Banjarnegara (MEGABARA) mengadakan kegiatan In House Training ( IHT ). IHT ini diikuti semua guru dan karyawan. Melalui kegiatan ini, semua peserta diajak untuk menyelami kurikulum yang sedang digagas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ), Abdul Mu’ti. Diklat ini dimulai pukul 08.00 bertempat di lingkungan madrasah. Bersama narasumber dari internal madrasah, Akhun Sobari, yang tak lain adalah Wakil Kepala Madrasah Bagian Kurikulum. (4/7/2025)

Selaku ketua panitia, Kepala Tata Usaha MEGABARA, Kharisudin berpesan kepada peserta untuk mengikuti diklat ini dari awal sampai akhir.

“Semoga semua bisa mengikuti diklat dari awal sampai akhir. Ikutilah dengan semaksimal mungkin dengan cermat dan fokus. Simak apa yang disampaikan narasumber sehingga bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas nantinya. Tujuan dari diklat ini adalah agar guru paham tentang konsep “ deep learning “ sehingga siap menyambut awal tahun ajaran dengan kurikulum baru ini“, pesan kharis.

Meskipun narasumber dari internal madrasah, tetapi tidak megurangi antusiasme peserta untuk mengikuti diklat ini sampai akhir. Akhun Sobari menyampaikan dalam materinya bahwa pemerintah telah membuat sebuah kurikulum untuk menjawab tantangan pendidikan yang berat di masa depan. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum Deep Learning. Deep Learning adalah suatu metode pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep secara mendalam.

“ Murid tidak hanya sebagai objek pembelajaran tetapi juga sebagai subjek pembelajaran. Dalam proses pembelajaran nantinya, guru harus bisa memanfaatkan digitalisasi dalam pendidikan. Tiga prinsip dalam deep learning yaitu : pertama, mindful learning (siswa mampu meregulasi diri). Kedua, meaningful learning (pembelajaran yang bermakna). Dan Ketiga, joyful learning (menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif),“ ujarnya dihadapan seluruh peserta IHT.

Lebih lanjut Akhun menjelaskan tentang pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman secara langsung dan kontekstual.

“Dalam penerapan pembelajarannya nanti, siswa akan merasakan pembelajaran dengan penuh kesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Selain itu, kita juga mengajak murid untuk melakukan olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestik) secara holistik atau terpadu. Diharapkan semua proses pemahaman murid dapat tercapai sehingga deep learningpun akan terimplementasi dengan baik,” pungkas Akhun. Momen ini disertai tepuk tangan peserta sebagai ungkapan terima kasih kepada narasumber atas ilmu yang telah diberikan.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh narasumber dalam paparannya, salah satu guru, Fathudin memberikan penguatan terhadap materi yang disampaikan. Apa yang ada dalam kurikulum Deep Learning jauh sebelumnya sudah pernah di gagas oleh tokoh Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantoro.

“Tri pusat Pendidikan yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantoro sejatinya sudah selaras dengan kurikulum deep learning. Guru dan komponen-komponen terkait juga digitalisasi harus saling bersinergi untuk membentuk karakter dan kepribadian murid guna menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,“ ungkap guru Bahasa Arab ini.

Tanggapan kedua disampaikan oleh Helmi Murtadlo, Wakil Kepala Madrasah bagian Hubungan Masyarakat ( Humas ). Beliau menyampaikan hal yang tidak bisa ditinggalkan, apapun kurikulum yang akan diterapkan yaitu budaya malu. Karena hal ini akan menjadi perisai murid untuk tetap berakhlakul karimah apalagi sebagai murid madrasah.

“Sebagai penguatan untuk materi yang sudah disampaikan. Tak kalah pentingnya, kita harus menerapkan budaya malu. Merujuk pada salah satu hadits Nabi “ Al Haya’u minal iman “ malu itu adalah bagian dari iman. Maka, sesuai arahan dari Kepala Madrasah, di sini akan saya rumuskan 10 budaya malu sebagai pondasi untuk meningkatkan kualitas keimanan dan akhlak murid. Hal ini juga sesuai dengan kurikulum cinta yang dicanangkan oleh Kementerian Agama,“ ungkapnya.

Sebagai closing kegiatan, Kepala Madrasah menyampaikan hal terkait dengan perubahan kurikulum yang sering kita hadapi. Kita harus tanggap dan tidak gagap terhadap perubahan, tapi harus beradaptasi.

“Perubahan merupakan sebuah sunatullah, kita harus tanggap terhadap perubahan apapun. Maka prinsipnya kita laksanakan apa yang sudah diarahkan  oleh Pimpinan Pusat baik dari Kementerian Pendidikan ataupun PMA. Harapannya dengan diklat  ini akan menambah wawasan juga warming up atau semangat baru warga madrasah untuk menyongsong Tahun Ajaran baru. Ini adalah langkah awal menyelami kurikulum baru, selanjutnya, tugas mandiri untuk hari berikutnya,“ ungkap Natir dengan semangat sekaligus menutup kegiatan.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar media untuk mempererat civitas akademika MEGABARA dalam menimba ilmu dan menambah wawasan bersama tetapi membuktikan bahwa seluruh warga madrasah siap untuk mengupgrade  diri melangkah maju bertransformasi menuju pendidikan yang  lebih maju, mendalam dan berdampak. (fn)

https://banjarnegara.kemenag.go.id/in-house-training-iht-megabara-deep-learning-menuju-pendidikan-bermutu-untuk-semua