Enam Guru Megabara Ikuti Workshop Bedah Kerangka sebagai Strategi Jitu Hadapi TKA

Oleh adminweb Madrasah / 13 Januari 2026

Banjarnegara – Tahun ini adalah kali pertama Tes Kompetensi Akademik ( TKA ) dilaksanakan untuk setiap jenjang pendidikan. Dalam rangka memantapkan kesiapan dan memperdalam pemahaman menghadapinya, sebanyak enam guru MTsN 3 Banjarnegara (Megabara) mengikuti kegiatan workshop bedah kerangka sebagai strategi jitu untuk menghadapi TKA yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-16 April 2026 mendatang.(10/01/2026 )

Kegiatan ini diadakan oleh forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) Bahasa Indonesia dan Matematika Kabupaten Banjarnegara yang bertempat di MTsN 2 Banjarnegara. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah ( Kasi Penmad ) Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Ketua dan anggota KKKM Kabupaten Banjarnegara serta seluruh guru mata pelajaran TKA se- Kabupaten Banjarnegara.

Ketua Panitia pelaksana, Kholidun menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 41 madrasah baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Beliau menyampaikan kegiatan ini bukanlah sekadar ajang kumpul rutin, tetapi wadah strategis untuk menghadapi TKA. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membekali para pengampu mata pelajaran TKA dengan pemahaman mendalam mengenai pola soal TKA dan teknik mencari solusi terbaik dan tercepat dalam menjawab soal.

“ Kami selaku panitia berharap, melalui pemaparan dari narasumber kali ini, kita mendapatkan sebuah amunisi baru ke dalam kelas mengenai strategi jitu menghadapi TKA. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan  kegiatan ini terdapat kekurangan. Semoga segala materi dan ilmu yang kita dapat hari ini, menjadi bekal berharga untuk kita terapkan secara nyata guna mengoptimalkan TKA sehingga bisa meraih hasil terbaik sesuai apa yang kita harapkan. Aamiin, “ ungkapnya.

Sementara, Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Muhammad Subhan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa TKA merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan murid dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar.

“ TKA merupakan alat ukur keberhasilan murid dalam menyerap pelajaran yang bersifat nasional. Jadikan ini sebagai kesempatan emas untuk mendapatkan ilmu sesuai subkompetensi yang telah ditetapkan sehingga bisa mendongkrak hasil asesmen murid khususnya dalam TKA nantinya. Ikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh dan gali sebanyak-banyaknya segala hal terkait TKA, baik itu materi dan solusi terbaik untuk menghadapinya, “ tegas Subhan.

Workshop ini menghadirkan praktisi sekaligus pakar pendidikan sebagai narasumber utama yaitu, Rahmat Hidayat, yang memiliki latar belakang sebagai pengawas sekolah tingkat SLTA dan narasumber nasional kurikulum. Narasumber menekankan bahwa TKA tidak hanya menguji hafalan murid melainkan sejauh mana murid mampu menerapkan konsep dalam konteks masalah yang kompleks melalui soal-soal Higher Order Thinking Skills ( HOTS ).

“ Dimensi yang akan diujikan dalam TKA meliputi dimensi kognitif dan pengetahuan. Dalam dimensi kognitif, tidak berada dalam dimensi yang sederhana tetapi lebih bertumpu pada dimensi kompleks yang meliputi menganalisis dan mengevaluasi. Penalaran murid dalam memahami soal sangat diutamakan. Maka, tekankan murid untuk membaca dengan cermat dan bekali dengan pengetahuan sebanyak mungkin karena pengetahuan adalah kunci utama kesuksesan akademis murid di masa depan. Termasuk dalam menghadapi TKA, “ jelasnya dengan penuh semangat. Dilanjutkan dengan materi yang lain seperti  jenis dan bentuk soal, kompetensi yang diukur serta kelompok kompetensi.

Narasumber juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi sehingga siap menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dalam dunia pendidikan yang semakin dinamis. Termasuk pemahaman pada kurikulum yang digunakan. Karena TKA tidak bisa dilepaskan dari kurikulum yang diterapkan saat ini khususnya dalam Capaian Pembelajaran.

Seluruh peserta workshop sangat antusias mengikuti setiap detail materi yang disampaikan oleh narasumber. Hal ini menunjukkan besarnya semangat para pendidik agar bisa mendapat bekal materi sekaligus strategi jitu yang siap ditransfer kepada para murid dalam optimalisasi untuk menaklukan TKA di madrasah masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bukti nyata dedikasi para pendidik untuk terus belajar. ( FN )

Sumber : https://banjarnegara.kemenag.go.id/enam-guru-megabara-ikuti-workshop-bedah-kerangka-sebagai-strategi-jitu-hadapi-tka/