Tingkatkan Kualitas Keimanan Siswa, Megabara Lakukan Pembiasaan Sholat Dhuha

Oleh adminweb Madrasah / 25 Februari 2025

Banjarnegara –  Upaya untuk meningkatkan keimanan dan menanamkan nilai-nilai islam kepada siswa ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan pembiasaan sholat dhuha di madrasah. Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banjarnegara yang biasa dikenal dengan MEGABARA, sudah membiasakan siswa – siswinya untuk melaksanakan sholat dhuha di madrasah saat jam istirahat pertama. Hal ini sudah berjalan beberapa tahun yang lalu. Pelaksanaan sholat dhuha dilaksanakan di masjid madrasah secara bergantian didampingi beberapa guru pembimbing. ( 24/2/2025 )

Kebiasaan adalah suatu aktivitas yang sama dan dilakukan berulang-ulang secara kontinuitas. Sementara sholat dhuha merupakan salah satu sunnah fi’liyah yang artinya perbuatan Nabi Muhammad SAW yang dilihat dan diketahui oleh sahabat, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Ketua Komite MEGABARA, Mahful, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program sholat dhuha bagi siswa. Hal tersebut dikatakan Mahful akan memiliki dampak yang sangat positif bagi siswa dalam pembelajaran.

“ Krisis moral bagi bangsa sudah makin terkikis apalagi pada anak mudanya. Dengan adanya pembiasaan sholat dhuha ini diharapkan generasi kedepannya benar-benar mampu menjaga moralnya menjadi Generasi yang cerdas dari segi spiritual dan intelektual. Generasi yang tertanam kuat dalam hatinya keimanan dan ketakwaan. Kami dari pihak komite sangat mendukung semua program yang sudah berjalan apalagi program sebaik ini, “ jelasnya.

Natir selaku Kepala Madrasah menekankan kepada semua siswa untuk membiasakan sholat dhuha di madrasah. Hal ini karena sholat dhuha memiliki banyak manfaat. Sholat dhuha ini akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter siswa.

“ Ada pepatah Arab mengatakan “ Man syabba’Ala syai’in. Syaaba ‘Alaihi “ artinya Barang siapa yang membiasakan sesuatu di waktu mudanya, maka ia akan terbiasa melakukannya di masa tua. Maka tepat sekali, jika sedari dini sudah dibiasakan untuk melakukan kebaikan khususnya ibadah maka akan menjadi kebiasaan di masa tuanya. Sholat dhuha ini juga akan membentuk karakter siswa karena karakter manusia akan dibentuk sesuai dengan kebiasaannya. Jika mereka sudah biasa melakukan ibadah, baik itu wajib maupun sunah, maka akan mengubah karakter mereka menjadi pribadi yang bisa diharapkan oleh masyarakat dan negara di masa mendatang, “ tuturnya.

Sementara, Wakil Kepala Bidang Keagamaan, Solikhun menyampaikan bahwa meskipun masih mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Pihaknya akan terus berupaya mencari formulasi ilmiah terbaik agar seluruh siswa MEGABARA bisa melaksanakan sholat dhuha semuanya.

“Agar siswa memiliki kesadaran dan bisa membiasakan diri melakukan ibadah sunah khususnya dhuha ini, awalnya memang harus dipaksa. Namanya paksaan pasti menjengkelkan, melelahkan, dan kurang berkenan. Tetapi dari dipaksa itu akan menjadi sebuah kebiasaan dan pada akhirnya kebiasaan itu akan menjadi kebutuhan. Kalau sudah menjadi kebutuhan, maka siswa akan merasa ada hal yang kurang saat mereka tidak melakukan. Seperti halnya makan. Jika tidak makan akan merasa lapar. Nah, harapannya siswa akan berada di tahap ini. Merasa bahwa mereka butuh untuk sholat dhuha dimanapun dan kapanpun, tidak hanya ketika di madrasah tetapi semoga berlanjut saat mereka sudah lulus dari madrasah. Semuanya  berawal dari pembiasaan,” pungkasnya. (FN)

https://banjarnegara.kemenag.go.id/tingkatkan-kualitas-keimanan-siswa-megabara-lakukan-pembiasaan-sholat-dhuha