Tradisi Sambut Kedatangan Siswa: Bangun Harmoni Antar Warga Madrasah

Oleh adminweb Madrasah / 13 Februari 2025

Banjarnegara – Setiap pagi mulai pukul 06.30, 10-15 guru MTsN 3 Banjarnegara (MEGABARA) sudah berdiri di depan gerbang madrasah. Mereka adalah bapak dan ibu guru yang bertugas menyambut kedatangan para siswa. Guru yang bertugas sudah terjadwal dan salah satu setiap harinya terdapat unsur pimpinan. Senyum, sapa, dan salam menyambut hangat kedatangan siswa dengan penuh kasih. Tradisi ini sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu. (13/02/2025).

Program ini memiliki banyak manfaat, seperti dapat mendisiplinkan siswa datang lebih awal, guru dapat mengontrol kerapian berpakaian siswa, membiasakan siswa untuk berjabat tangan dengan orang yang lebih tua, serta membangun kedekatan siswa dan guru.

Natir selaku Kepala Madrasah sangat mendukung program ini. Setiap hari beliau selalu ikut terjun di pintu gerbang berbaur dengan guru yang piket pada hari itu. Beliau menekankan semua guru yang sudah terjadwal harus siap sedia. Pembiasaan ini diharapkan akan membentuk siswa menjadi pribadi yang disiplin dan memiliki sopan santun terhadap orang yang lebih tua.

“Tradisi menyambut siswa di pagi hari akan menciptakan harmoni antara siswa dan guru. Salam hangat dan senyuman ramah bapak ibu guru pada para siswa, akan menciptakan rasa kebersamaan dan hubungan yang baik di antara semua warga madrasah. Kegiatan ini Juga bisa menjadi atmosfer positif agar para siswa siap menapaki hari dalam pembelajaran khususnya dengan semangat,” jelasnya.

Teguh Puji Wasono sebagai salah satu guru BK menyampaikan dengan adanya tradisi guru sambut kedatangan siswa, maka akan terjalin ikatan emosional antara guru dan siswa. Kehadiran guru yang menyambut siswa bukan hanya sekedar sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping siswa yang peduli terhadap perkembangan mereka. Pendidikan karakter di madrasah tidak diberikan secara langsung melalui sebuah mata pelajaran, tetapi proses pemahaman dilakukan secara tidak langsung melalui hubungan antara siswa dan guru. Kegiatan inilah salah satunya.

“Membentuk karakter dan kepribadian siswa bisa dilakukan melalui berbagai upaya. Salah satunya dengan menyambut kedatangan siswa di pagi hari. Siswa akan memperoleh teladan langsung dari para guru seperti disiplin. Sebelum mereka berangkat, ternyata bapak ibu guru sudah menyambut kedatangan mereka. Adanya kegiatan ini juga bisa meminimalisir siswa yang datang terlambat, “ tandasnya

Muhamad Tegar Bramantio, salah satu siswa kelas VIII MTsN 3 Banjarnegara mengaku sangat senang datang ke sekolah.

“ Sampai di lingkungan madrasah di pagi hari, saya sudah melihat bapak dan ibu guru berbaris menyambut kedatangan kami. Tentunya hal ini membuat kami berupaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena merasa malu jika tidak disiplin, baju tak rapi, atribut yang tidak lengkap atau sampai terlambat datang. Kami juga merasa mendapat perhatian lebih, karena pastinya kita akan ditanya keadaan dan kesiapan hari ini untuk belajar, “ katanya.

Sambut siswa merupakan budaya yang sederhana tapi punya makna yang luar biasa. Madrasah berharap dengan ini bisa menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan penuh semangat bagi para siswa. Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi budaya untuk memperkuat ikatan antar warga madrasah. (fn)

https://banjarnegara.kemenag.go.id/tradisi-sambut-kedatangan-siswa-bangun-harmoni-antar-warga-madrasah